Ketahui Sanksi Tidak Bayar Pinjaman Online Berikut Ini:

Dewasa ini, semakin marak perusahaan peminjaman atau biasa disebut fintech bermunculan, dengan jumlah pinjaman, bunga dan tenor yang bervariasi, mulai 1 hingga 24 bulan. Namun jangan senang dulu, semakin tinggi pinjaman dan semakin lama tenornya, maka bunga yang diberikan akan semakin tinggi. Hal ini bisa menyebabkan gagal bayar. Apa saja sanksi tidak bayar pinjaman online? Berikut daftarnya:

1. Hutang yang Akan Terus Menumpuk

Setiap perusahaan peminjaman pasti memberlakukan aturan denda jika terjadi keterlambatan pembayaran. Hal tersebut dilakukan agar para nasabah menjadi lebih berhati-hati dan membayar cicilan tepat waktu. Namun tidak jarang, para nasabah terlambat membayar cicilan dari waktu jatuh tempo yang telah ditentukan, maka denda pun menanti di depan mata.

Selain denda sebagai sanksi tidak bayar pinjaman online, bunga pun akan terus membengkak dan menumpuk karena akan terus berjalan seiring berjalannya waktu sehingga semakin menyulitkan peminjam untuk melakukan pembayaran.

Sebagai gambaran, untuk lembaga pembiayaan yang sudah berada di bawah naungan OJK, denda yang ditetapkan adalah maksimal 0.8% per hari dari pokok pinjaman. Hal tersebut juga berlaku untuk keterlambatan pembayaran. Untuk maksimal denda keterlambatan peminjaman sendiri adalah 100% dari total, sehingga juta meminjam 1 juta maka yang harus dikembalikan adalah 2 juta.

Peraturan tersebut berlaku untuk perusahaan pembayaran di bawah OJK atau Otoritas Jasa Keuangan yang sudah pasti legal, jika denda dan bunga yang ditetapkan di atas angka tersebut, sudah pasti perusahaan pembiayaan yang bersangkutan adalah ilegal. Jadi pastikan perusahaannya dan juga perhatikan tanggal jatuh tempo tagihannya.

2. Data Pribadi Tersebar

Hal yang satu ini bisa terbilang sanksi yang ilegal, dan memang biasanya dilakukan oleh perusahaan pembiayaan yang ilegal pula. Pada perusahaan pembiayaan ilegal biasanya tidak segan-segan untuk menggunakan data pribadi sebagai ancaman agar si peminjam dana segera membayar tagihan. Hal paling sering dilakukan adalah mengirimkan pesan singkat kepada siapapun yang ada di kontak.

Lalu mengapa hal tersebut bisa terjadi? Pada saat hendak meminjam via aplikasi, biasanya terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku. Salah satu syarat dan ketentuan yang ada pada aplikasi adalah mengizinkan pihak perusahaan pembiayaan untuk dapat mengakses  data yang ada, sehingga tidak heran jika perusahaan bisa mengetahui data yang ada dan menggunakannya sebagai ancaman.

3. Terkena BI Checking

Untuk yang satu ini biasanya terjadi jika hutang sudah terlalu lama tidak terbayarkan atau biasa disebut dengan kredit macet. Pihak pinjaman online tentu saja dapat melaporkan hal ini kepada OJK agar bisa diproses lebih lanjut dan terkena BI Checking atau blacklist.

Lalu apa yang terjadi jika sudah terkena BI Checking? Tentunya adalah reputasi. Nasabah menjadi sulit untuk kembali mendapatkan pinjaman baik dari aplikasi ataupun perusahaan fintech yang lain. Bukan hanya itu, biasanya nasabah tidak akan disetujui jika ingin mengajukan KPR, kredit kepemilikan kendaraan, hingga pengajuan kartu kredit.

4. Rumah Didatangi Debt Collector

Sanksi yang satu ini bisa terbilang yang paling parah dibandingkan yang lain. Jika pihak pinjaman online mengirimkan SMS pada kontak yang ada pada ponsel, mungkin hal tersebut masih bisa ditutupi. Akan tetapi, jika sudah didatangi debt collector, maka nama baik di lingkungan pun akan ikut tercoreng. Biasanya pihak pinjaman online melakukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan hal ini.

Debt collector selain mendatangi rumah nasabah, juga tak segan untuk mendatangi kantor atau tempat usaha nasabah, dan tak jarang membuat keributan yang tentunya bisa membuat nasabah malu pada lingkungan sekitar.

Itulah beberapa sanksi tidak bayar pinjaman online yang bisa diterima oleh nasabah. Satu hal yang pasti, jika ingin meminjam dana dari pinjaman online, pastikan perusahaannya sudah terdaftar di OJK. Hal tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Related posts