Ketahui Sanksi Tidak Bayar Pinjaman Online Berikut Ini:

  • Whatsapp
sanksi tidak bisa bayar pinjaman online

Sebagai gambaran, untuk lembaga pembiayaan yang sudah berada di bawah naungan OJK, denda yang ditetapkan adalah maksimal 0.8% per hari dari pokok pinjaman. Hal tersebut juga berlaku untuk keterlambatan pembayaran. Untuk maksimal denda keterlambatan peminjaman sendiri adalah 100% dari total, sehingga juta meminjam 1 juta maka yang harus dikembalikan adalah 2 juta.

Peraturan tersebut berlaku untuk perusahaan pembayaran di bawah OJK atau Otoritas Jasa Keuangan yang sudah pasti legal, jika denda dan bunga yang ditetapkan di atas angka tersebut, sudah pasti perusahaan pembiayaan yang bersangkutan adalah ilegal. Jadi pastikan perusahaannya dan juga perhatikan tanggal jatuh tempo tagihannya.

Read More

2. Data Pribadi Tersebar

Hal yang satu ini bisa terbilang sanksi yang ilegal, dan memang biasanya dilakukan oleh perusahaan pembiayaan yang ilegal pula. Pada perusahaan pembiayaan ilegal biasanya tidak segan-segan untuk menggunakan data pribadi sebagai ancaman agar si peminjam dana segera membayar tagihan. Hal paling sering dilakukan adalah mengirimkan pesan singkat kepada siapapun yang ada di kontak.

Lalu mengapa hal tersebut bisa terjadi? Pada saat hendak meminjam via aplikasi, biasanya terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku. Salah satu syarat dan ketentuan yang ada pada aplikasi adalah mengizinkan pihak perusahaan pembiayaan untuk dapat mengaksesĀ  data yang ada, sehingga tidak heran jika perusahaan bisa mengetahui data yang ada dan menggunakannya sebagai ancaman.

3. Terkena BI Checking

Untuk yang satu ini biasanya terjadi jika hutang sudah terlalu lama tidak terbayarkan atau biasa disebut dengan kredit macet. Pihak pinjaman online tentu saja dapat melaporkan hal ini kepada OJK agar bisa diproses lebih lanjut dan terkena BI Checking atau blacklist.

Lalu apa yang terjadi jika sudah terkena BI Checking? Tentunya adalah reputasi. Nasabah menjadi sulit untuk kembali mendapatkan pinjaman baik dari aplikasi ataupun perusahaan fintech yang lain. Bukan hanya itu, biasanya nasabah tidak akan disetujui jika ingin mengajukan KPR, kredit kepemilikan kendaraan, hingga pengajuan kartu kredit.


Related posts