Ini Resiko Kabur dari Pinjaman Online, Jangan Sampai Gagal Bayar

  • Whatsapp
Resiko Kabur dari Pinjaman Online

5. Hutang Menjadi Lebih Besar

resiko kabur pinjol hutang menjadi besar

Jika terjadi keterlambatan, hutang akan menjadi lebih besar. Mengapa? Hal tersebut terjadi karena denda yang diberikan pada setiap keterlambatan yang terjadi. Biasanya denda yang diberikan adalah 0,8% per hari. Jadi silakan hitung sendiri berapa jumlah pinjaman yang harus dikembalikan jika terus menerus menunggak.

Read More

Namun jangan khawatir, untuk pinjaman yang berada dibawah naungan OJK, sudah ada aturan mengenai hal ini. Ditetapkan melalui AFPI atau asosiasi fintech bahwa seluruh total pinjaman, termasuk jumlah pinjaman, biaya denda, biaya admin, dan bunga adalah maksimum sebesar 100%. Jadi misalkan nasabah meminjam 1 juta maka maksimal yang harus dibayarkan adalah 2 juta rupiah.

6. Semua Kontak Dihubungi oleh Kolektor

Tidak hanya nasabah yang didatangi oleh kolektor, namun tidak jarang kontak yang ada di ponsel nasabah juga dihubungi oleh kolektor. Biasanya hal ini terjadi jika nasabah tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya, tidak punya itikad baik untuk membayar, serta tidak merespon upaya penagihan.

Biasanya para kolektor mendapatkan nomor dari “nomor darurat” yang harus dituliskan pada saat pengajuan. Biasanya yang sering ditulis adalah nomor kakak, sahabat, teman atau orang tua. Tentunya hal tersebut sangat mengganggu dan tidak jarang hubungan nasabah dengan orang yang menjadi “kontak darurat” tersebut renggang karena hal ini.

Itulah beberapa resiko kabur dari pinjaman online yang sering dialami oleh nasabah. Sebaiknya jika tidak terlalu penting atau mendesak, jangan melakukan pinjaman. Namun jika memang dalam kondisi darurat ada baiknya  untuk menghitung terlebih dahulu biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan guna menghindari keterlambatan, dan biasakan membayar terlebih dahulu ketika menerima uang.


Related posts