Ini Resiko Kabur dari Pinjaman Online, Jangan Sampai Gagal Bayar

  • Whatsapp
Resiko Kabur dari Pinjaman Online

2. Rumah Dikunjungi Debt Collector

Resiko kabur dari pinjaman online yang kedua adalah rumah akan dikunjungi oleh debt collector atau penagih. Biasanya, hal ini terjadi apabila keterlambatan sudah jauh melampaui tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan. Parahnya, selain rumah, debt collector tidak akan segan-segan untuk mendatangi tempat kerja atau kantor nasabah.

Ini tentunya menjadi hal yang besar, karena selain membuat malu karena banyak orang menjadi tahu nasabah gagal bayar, jika sudah mendatangi kantor nasabah bisa mendapat masalah di perusahaan karena banyak perusahaan yang menganggap kedatangan kolektor ke kantor cukup mengganggu karyawan yang lain.

Read More

3. Masuk Daftar Hitam atau Blacklist

Seluruh pinjaman akan dilaporkan oleh perusahaan fintech kepada OJK melalui SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) OJK atau BI Checking. Dalam SLIK OJK tersebut terdapat data berupa jumlah pinjaman, tanggal jatuh tempo, status pinjaman, termasuk semua pinjaman yang tertunggak. Dan SLIK OJK digunakan oleh semua lembaga pembiayaan untuk mengevaluasi pinjaman.

Jadi, ketika nasabah terjadi gagal bayar atau tunggakan maka akan masuk ke catatan SLIK OJK tersebut. Resiko yang diterima jika terjadi hal tersebut adalah nasabah akan lebih susah mengajukan pinjaman di tempat lain, seperti KPR, kredit kendaraan, pengajuan kartu kredit, atau pinjaman lainnya.

4. Penyitaan Barang

Untuk resiko yang satu ini biasanya dilakukan oleh bank dan leasing. Lalu bagaimana dengan pinjaman online? Biasanya pinjaman online memberlakukan sistem kredit tanpa agunan, sehingga penyitaan jarang terjadi. Namun jika terjadi ancaman penyitaan barang, nasabah bisa mengecek kembali perjanjian kredit untuk memastikan syarat dan ketentuan yang berlaku.


Related posts