Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 20 22 23 24 25

  • Whatsapp
Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 20 22 23 24 25

kunci jawaban tema 9 kelas 6 halaman 20 tata surya

Lani : “Dayu, kini aku semakin mengetahui bagaimana sistem tata surya kita bekerja, semakin aku mengagumi kebesaran Tuhan yang membuat ini semua terjadi, ya!”

Dayu : “Benar, Lani. Aku pun merasa kagum sekali terutama dengan keteraturan yang terjadi di alam semesta. Setiap anggota tata surya memiliki keunikan sendiri dan senantiasa berada di jalur yang telah ditentukan untuknya. Aku tidak bisa membayangkan jika ada planet yang tidak berada di tempatnya sendiri. Pasti akan berantakan sistem tata surya kita ya, Lan!”

Lani : “Ya, benar yang kamu katakan, Dayu. Keteraturan dan ketaatan membuat semua anggota tata surya tetap berada di jalurnya dan melakukan kegiatannya tanpa terganggu planet lainnya.”

Dayu : “Hei! Sepertinya hal itu juga terjadi di sekeliling kita, ya! Sama dengan kendaraan dalam lalu lintas kita! Kendaraan juga diatur agar tetap berada di jalurnya. Kalau ada yang melanggar, pasti ada yang terganggu!”

Lani : “Ya kamu benar Dayu. Hmmm… sepertinya aku pernah membaca kisah seperti itu dalam salah satu cerita fiksi.”

Ayo Membaca

Bacalah cerita fiksi berikut ini dengan saksama. Perhatikanlah bagaimana jalan ceritanya dan bayangkanlah tokoh utama dan tokoh tambahan pada cerita ini.

Tetaplah Berada di Jalurmu

Deo pulang sekolah sambil meringis kesakitan. Ia menuntun sepedanya dengan sedikit terpincang-pincang. Celana dan baju seragamnya terlihat kotor. Keringat mengucur di dahinya. Hari itu udara memang cukup terik.

Ibu segera menyambut Deo dengan membukakan pintu pagar. Ibu pun membantu Deo memasukkan sepedanya di halaman rumah.

Ibu mengambil tas Deo yang ikut kotor dan menuntunnya masuk ke dalam rumah. Setelah Ibu memberinya minum, Ibu memeriksa luka-luka gores di lutut dan siku Deo. Deo meringis kesakitan ketika luka-luka itu dibersihkan dan diberikan obat.

Setelah Deo mulai terlihat tenang, Ibu meminta Deo bercerita. “Aku yang salah, Bu. Aku tidak berhati-hati.  Aku tidak akan mengulanginya lagi. Seandainya aku tetap berada di jalurku,” kata Deo dengan penuh penyesalan.

“Apa yang sebenarnya terjadi, Nak. Terima kasih kamu telah mengakui kesalahanmu, tetapi maukah kamu menceritakan yang sebenarnya terjadi?” tanya Ibu dengan lembut.

“Deo tadi lomba balap sepeda dengan Arsyad ketika pulang sekolah, Bu. Ketika kami sampai di jalan depan toko kelontong Pak Ahmad, jalanan agak ramai. Lalu, aku melihat di situ ada trotoar yang landai dan sepi. Lalu aku naik dan bersepeda di trotoar itu.” kata Deo sambil menunduk.

“Trotoar? Hmm… Kamu pasti tahu kalau trotoar diperuntukkan untuk pejalan kaki, kan?” tanya Ibu.

“Iya, Bu. Saat itu di trotoar terlihat sepi. Jadi tanpa pikir panjang, Deo naik ke trotoar itu supaya dapat mendahului Arsyad. Tetapi Deo tidak memerhatikan ada sebongkah batu besar di tengah trotoar itu.

Tanpa sengaja Deo menabrak batu besar itu dan jatuh terjerembab ke dalam got. Beruntung, got itu kering dan dangkal. Arsyad yang berada di belakangku pun segera menolong,” cerita Deo masih dengan wajah menyesal.

“Ibu bersyukur kamu hanya mengalami luka gores, Nak. Itu pelajaran berharga untukmu. Trotoar itu dibuat dengan tujuan tertentu, agar para pejalan kaki tidak berjalan di jalanan yang diperuntukkan bagi kendaraan. Semuanya itu dibuat agar tercipta keteraturan.

Masyarakatpun mendapatkan kesempatan yang sama untuk menggunakan jalan umum,” jelas Ibu sambil tersenyum.

“Aku mengerti, Bu. Seharusnya aku tetap berada di jalurku, bukan di jalur yang tidak diperuntukkan buatku,” kata Deo sambil meringis.

“Baiklah kalau begitu. Luka-lukamu sudah dibersihkan dan diobati. Sekarang kamu bisa ganti baju, cuci tangan, lalu makan siang.

Beristirahatlah setelah itu. Nanti sore biar Ayah yang memeriksa sepedamu,” kata Ibu sambil beranjak ke dapur menyiapkan makan siang Deo.

Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 22

Simak lagi ya tetep di Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 20 22 23 24 25

Kamu telah membaca cerita fiksi “Tetaplah Berada di Jalurmu!”. Berdasarkan cerita tersebut, gambarlah tokoh utama, tokoh tambahan, dan tempat peristiwa dengan mengunakan imajinasimu.

Related posts