Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 6 Halaman 75 76 77 78 79 80 81

  • Whatsapp

Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 6 Halaman 75 76 77 78 79 80 81 membahas tentang Kepemimpinan pada Subtema 2 Pemimpin Idolaku Pembelajaran 3 tentang pertanyaan yang terdapat pada Buku Siswa Kelas 5 SD/MI.

Buku siswa yang digunakan sebabai sumber belajar siswa kelas 6 adalah buku Tematik Kurikulum 2013 (K13) Edisi Revisi 2018. baca juga Kunci Jawaban Buku Siswa Kelas 6 Tema 7 Kepemimpinan

Pada artikel Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 6 Halaman 75 76 77 78 79 80 81 terdapat beberapa subjudul yaitu

  • Jawaban Soal Halaman 75-76
  • Jawaban Soal Halaman 77
  • Jawaban Soal Halaman 78
  • Jawaban Soal Halaman 79-80
  • Jawaban Soal Halaman 81

Pada subjudul-subjudul di atas, terdapat ujian soal yang harus dikerjakan. Pada artikel ini, saya akan coba membantu teman-teman mengerjakan soal yang disajikan. Pembahasan kunci jawaban ini diharapkan dapat membantu siswa-siswa kelas 6 dalam mengerjakan soal-soal ulangan. Seperti penilaian harian (PH), penilaian tengah semester (PAS), Penilaian akhir tahun (PAT) maupun tugas rumah/pekerjaan rumah (PR). mari simak Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 6 Halaman 63 70 71 72

Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 6 Halaman 75 76 77 78 79 80 81

Kepala Sekolahku, Pemimpin Idolaku

Termenung Pak Welly memandang brosur di hadapannya. Lomba Pidato Anak bertema “Bersatu untuk Maju’ begitu tertulis pada judul brosur. Beliau berpikir keras. lngin sekali ia mengirim Sudin untuk ikut Iomba yang akan diselenggarakan di kota. Tetapi, dari mana dananya?

Pak Welly, Kepala Sekolah Dasar Cemara di pelosok Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Beliau lahir di Labuha, Maluku Utara. Setelah lulus pendidikan guru ia pergi merantau ke tanah Jawa untuk mempraktikkan ilmunya. Di sekolah ini, muridnya juga berasal dari berbagai daerah.

Pak Welly senang melihat interaksi antara murid-muridnya. Mereka belajar dan bermain bersama, tanpa mempersoalkan asal-usul. Semua unik, baik karakter maupun kecerdasannya.

Salah satu murid Pak Welly bernama Sudin. Sudin adalah penduduk asli di desa itu. Ia suka membaca, percaya diri, dan komunikatif. Pak Welly ingin Sudin memperoleh pengalaman berharga melalui Iomba pidato.

Sambil berpikir cara memperoleh dana, Pak Welly mendaftarkan Sudin sebagai peserta Iomba. la sendiri yang turun tangan melatih Sudin tiap usai sekolah. Semakin mendekati hari perIombaan, Pak Welly risau. “Andai saja gajiku cukup untuk mendanai Sudin ke kota”, pikirnya.

Hingga suatu sore, terlintas ide di benaknya. Dipandangnya kebun pisang di belakang sekolah. Hampir semua tanaman pisang sudah berbuah dan siap panen. Esok paginya Pak Welly membicarakan idenya dengan para guru. Mereka bermusyawarah mewujudkan ide Pak Welly. Setelah dicapai kesepakatan, Pak Welly mengerahkan guru, penjaga sekolah, serta murid kelas 5 dan 6. Mereka bergotong royong memanen pisang. Kemudian, di hari Senin pagi, Pak Welly mengundang pejabat setempat untuk hadir pada upacara bendera. Bapak Bupati, Bapak Camat, Bapak Lurah, Kepala Dinas Pendidikan, serta Ketua RW dan Ketua RT dimintanya datang. Apa yang direncanakan Pak Welly?

Rupanya Pak Welly ingin menyelenggarakan lelang pisang di sekolah. Murid kelas 5 dan 6 sudah dilatihnya untuk menjadi petugas lelang. Siapa calon pembelinya? Pembelinya adalah para bapak dan ibu pejabat daerah yang hari itu diundang datang ke sekolah.

Sebelum lelang dimulai, Pak Welly menyampaikan bahwa uang yang diperoleh dari hasil lelang pada hari itu akan digunakan untuk mengirim Sudin mengikuti lomba pidato di kota. Para pejabat yang hadir merasa kagum dan terharu menyaksikan usaha Pak Welly, sang kepala sekolah dari timur negeri. Tekad dan usahanya mendukung kemajuan muridnya sungguh menyentuh hati. Dalam sekejap pisang-pisang habis dilelang. Dana yang terkumpul lebih dari cukup untuk memberangkatkan Sudin. Semua orang bersatu padu membantu Pak Welly mewujudkan harapannya.

Didampingi Pak Seto, guru kelasnya, Sudin pun berangkat ke kota. Tak terkira bangga dan Syukurnya Sudin. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dia berusaha tampil sebaik-baiknya. Saat pengumuman hasil lomba, ternyata Sudin berhasil mempersembahkan piala juara pertama Iomba pidato untuk sekolahnya. Tak sia-sia usaha Pak Welly dan teman-teman sekolah Sudin.

Related posts