Kunci Jawaban Kelas 6 Tema 9 Halaman 27 28 29 30 33 34 35 37 38

  • Whatsapp
Kunci Jawaban Kelas 6 Tema 9 Halaman 27 28 29 30 33 34 35 37 38

“Hmm… Kamu belum cukup umur untuk menggunakan telepon genggam ini! Bahaya!” goda Kak Irma sambil berlalu dari Rina.

Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 33

Perhatikan baik-baik cerita fiksi di atas untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut.

  1. Bagaimana menurutmu cerita fiksi di atas? Apakah kamu menyukai ceritanya? Mengapa?

Jawaban:

Cerita yang sangat bagus. Saya menyukainya cerita tersebut. Karena cerita tersebut menceritakan tentang salah satu manfaat pemakaian ilmu pengetahuan/teknologi modern yang menjadi salah satu ciri dari masyarakat modern.

  1. Masih ingatkah kamu tentang tokoh utama dan tokoh tambahan dalam sebuah cerita fiksi? Menurutmu apakah perbedaan keduanya?

Jawaban:

Ya, Perbedaannya adalah tokoh utama merupakan tokoh yang banyak diceritakan di dalam sebuah cerita, sedang tokoh tambahan merupakan tokoh yang mendukung tokoh utama.

  1. Bagaimanakah caramu untuk menentukan tokoh utama dan tokoh tambahan dari cerita tersebut?

Jawaban:

Tokoh utama dan tokoh tambahan biasanya ditentukan dengan melihat seberapa sering sang tokoh muncul dalam cerita atau dialog di dalam cerita tersebut. Kita juga dapat menentukannya dengan melihat jalan cerita, dan tentang siapa cerita tersebut. Tokoh tambahan biasanya mendukung tokoh utama, peran tokoh tambahan salah satunya untuk memperjelas watak tokoh utama.

Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 34

Ayo Menulis

Berdasarkan cerita fiksi Si Hitam, lakukanlah kegiatan berikut ini.

  1. Gunakan diagram di bawah ini untuk menjelaskan tentang tokoh utama dan tokoh tambahan dalam cerita si Hitam.
  2. Jelaskan gambar tersebut dengan menuliskan beberapa kata kunci tentang sifat dan ciri fisiknya dan mengapa kamu menggambarkannya demikian. Gunakan dua kotak berikut untuk mengerjakannya!

Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Halaman 35

Buatlah sebuah ringkasan dari cerita Si Hitam dalam satu paragraf. Tuliskanlah di tempat yang telah tersedia berikut ini.

Kak Irma baru saja pulang sekolah. Ia mendapati adiknya yang bernama Rina menangis. Kak Irma segera menanyakan sebab Rina menangis. Rina menangis karena tidak mendapati kucingnya yang bernama si Hitam ada di rumah, dan Rina kuatir jika si Hitam tidak pulang kembali. Segera Kak Irma menuju ke dalam untuk mencetak foto si Hitam yang ada di telepon genggamnya melalui printer, dan segera meminta Rina untuk menyebarkan foto si Hitam yang sudah selesai dicetak bersama dengan teman-teman Rina. Kak Irma juga menghubungi teman-temannya untuk mencari keberadaan si Hitam. Beberapa jam kemudian telepon genggam Kak Irma berbunyi dan salah satu kenalannya memberitahukan keberadaan si Hitam dan kenalannya tersebut akan mengantarkan si Hitam pulang. Rina tentu gembira dan bersyukur karena berkat teknologi permasalahannya terselesaikan.

Ayo Membaca

Makna Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Semboyan Negara Indonesia

Persatuan dan kesatuan berasal dari kata “satu” yang memiliki arti utuh atau tidak terpecah-belah. Kata persatuan dapat diartikan sebagai perkumpulan dari berbagai hal menjadi satu. Kesatuan merupakan hasil perkumpulan tersebut yang telah menjadi satu dan utuh.

Persatuan dan kesatuan memiliki makna “bersatunya beraneka ragam Suku Bangsa menjadi satu kesatuan yang utuh dan serasi.”

Persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia dapat diartikan sebagai persatuan bangsa atau negara yang menduduki wilayah Indonesia.

Persatuan itu didorong untuk mencapai kehidupan yang bebas dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat.

Persatuan dan kesatuan bangsa memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia.

Bangsa Indonesia yang tinggal dalam negara kepulauan memiliki keragaman budaya, agama, suku bangsa, bahasa, dan adat istiadat.

Namun demikian, mereka terikat satu sama lain karena memiliki kesamaan-kesamaan yang memengaruhi kehidupan masyarakatnya.

Kesamaan-kesamaan dan keterikatan yang terbangun dari sejak zaman nenek moyang telah disebutkan dalam kitab yang ditulis Mpu Tantular, yaitu Kitab Sutasoma. Di dalam kitab tersebut menyebutkan tentang Bhinneka Tunggal Ika.

Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa Kuno yang digunakan Mpu Tantular yang hidup pada masa Kerajaan Majapahit.

Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna meskipun berbeda-beda tetapi satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan.

Begitu dalamnya makna di dalam kalimat tersebut, sehingga Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan bangsa Indonesia dan menjadi bagian dari lambang Negara Indonesia.

Related posts