Kunci Jawaban Kelas 6 Tema 9 Halaman 141 142 143 144 147

  • Whatsapp

“Baiklah, Ma. Nesa tidur sekarang,” kata Nesa sambil menyerahkan bukunya kepada Mamanya untuk disimpan. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas lebih lima belas menit. Mama meninggalkan kamar Nesa ketika Nesa sudah benar-benar terlelap.

Keesokan paginya.

“Nes, Nesa. Ayo bangun,” kata Mama membangunkan Nesa.

Aku kan baru saja tidur. Kok sudah dibangunkan Mama? Cepat sekali? Pikir Nesa. Nesa membuka matanya dengan berat. Dengan perlahan ia melangkah mendekati ruang makan. Di sana Mama, adiknya Lili, dan Papa sudah terlihat rapi.

“Papa, Mama, dan Lili akan berkunjung ke rumah Om Bram. Mungkin sampai sore hari. Hari ini kamu mau ke Planetarium, kan? Nesa bisa bersiap sendiri, kan?” tanya Mama.

Nesa mengangguk. Tak lama kemudian, Papa, Mama, dan Lili pun berangkat pergi.

Nesa mengambil setangkup roti isi kesukaannya yang telah disiapkan Mama. Sambil mengunyah, Nesa kembali ke kamarnya hendak mengambil baju untuk segera mandi. Karena rotinya belum habis, Nesa duduk di pinggir tempat tidurnya, mengambil bantal untuk bersandar dan menikmati rotinya. Ah, nyaman sekali! Mandi nanti dulu deh! Masih ada waktu, pikir Nesa. Jam menunjukkan pukul setengah delapan.

Tanpa disadarinya Nesa terlelap. Beberapa jam kemudian, Nesa terbangun dan mendapati dirinya masih memegang roti isi yang belum habis. Nesa segera melihat jam, dan alangkah terkejutnya ia bahwa ia telah tertidur selama dua jam! Itu artinya ia terlambat berangkat ke Planetarium! Nesa terhenyak. Teman-temannya pasti telah meninggalkannya. Mereka berencana bertemu di rumah Yana jam setengah sepuluh untuk berangkat sama-sama. Ia tdak berani menghubungi teman-temannya karena malu. Ia pun tidak berani berangkat sendiri ke Planetarium.

Nesa sangat menyesali kecerobohannya. Kalau saja ia mendengarkan nasihat Papa Mamanya untuk tidur tidak terlalu larut, ia tidak akan sendirian di rumah seperti saat ini. Ia kehilangan kesempatan menimba ilmu astronomi di Planetarium, ia juga kehilangan kesempatan mengunjungi Om Bram.

Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 6 Subtema 3 Halaman 147

Ayo Menulis

Sebuah cerita memiliki beberapa unsur seperti tokoh, watak, alur cerita, dan latar belakang cerita tertentu. Salah satu unsur tersebut mungkin saja mengingatkanmu kepada pengalaman pribadimu atau mengingatkanmu pada sebuah film yang pernah kamu tonton.

Setelah membaca cerita di atas, lakukanlah kegiatan berikut.

Gambarkan dan jelaskan tentang peristiwa yang terjadi dalam cerita di atas dengan menggunakan diagram di bawah ini.

Nesa suka sekali begadang atu tidak tidur sampai malam. Nesa sering tidak berdisiplin terhadap waktu yang dimilikinya. Ibu nesa sering menasihatinya untuk mengatur pola tidurnya, sebab hal tersebut berpengaruh terhadap kegiatan atau aktivitas Nesa besok paginya. Berkali-kali Ibu Nesa menasihatinya. Ibu Nesa melakukan hal tersebut karena peduli dengan anaknya, termasuk malam ini yang mana besok hari Nesa ada rencana dengan teman-temannya untuk berkunjung ke Planetarium. Namun Nesa tidak menuruti nasihat ibunya. Keesok harinya ketika Ibu, Lili adik Nesa dan ayah pergi ke rumah saudara, Nesa bersantai di rumah sambil makan roti. Akhirnya Nesa tertidur kembali dan terlambat bangun untuk berangkat ke Planetarium. Akhirnya hanya penyesalan yang didapat oleh Nesa.

Gambarkan dan jelaskan peristiwa serupa yang terjadi dengamu atau orang-orang yang kamu kenal dengan menggunakan diagram berikut ini.

Taufik adalah siswa yang rajin dan tepat waktu jika bersekolah. Suatu hari Taufik dan teman satu kelasnya mendapat tugas untuk mengikuti upacara tingkat kecamatan di lapangan. Karena rumah Taufik berada di pinggiran kota, maka Taufik berangkat sangat pagi. Saat Taufik berada di perjalanan menuju lapangan, di jalan sepi yang berada dekat dengan pematang sawah, ia melihat ada seorang anak dari sekolah lain yang juga mau ikut upacara terjatuh dari sepedanya karena tidak melihat ada lubang di jalan itu. Taufik pun bergegas mendekat dan membantunya. Karena sepeda anak itu rusak, maka Taufik menyarankan kepada anak yang tidak dikenalnya itu untuk menitipkan sepeda rusaknya ke rumah terdekat, dan menawari dia untuk ikut bersamanya. Siswa dari sekolah lain itu setuju. Akhirnya Taufik bergegas mengayuh sepedanya dengan sedikit tergesa menuju tempat upacara. Dan Taufik beserta anak tersebut tidak telat berkat usaha dari Taufik.

Related posts