Ketahuilah Besaran Bunga Pinjaman Bank Mandiri pada Masing-masing Produknya

Besaran Bunga Pinjaman Bank Mandiri- Ketika akan mengajukan pinjaman ke Bank Mandiri, nasabah sebaiknya mengetahui besaran bunga pinjaman Bank Mandiri, sebelum melakukan pengajuan pinjaman pada bank tersebut. Hal tersebut dimaksudkan agar nasabah bisa mengukur kapasitas diri atas pinjaman yang dilakukan, serta memperoleh produk pinjaman yang tepat dan sesuai. Baca artikel lainya Pinjaman Bank BRI.

Macam-macam Produk Bank Mandiri dan Besaran Bunganya

Sebelum mengajukan kredit ke Bank Mandiri ada baiknya mengenal macam-macam kredit yang diterbitkan oleh bank tersebut, beserta besaran bunganya. Dengan demikian, nasabah bisa menentukan sendiri kredit yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Berikut ini adalah beragam produk Bank Mandiri beserta suku bunganya:

1. Kredit Korporasi

Produk pinjaman yang disediakan oleh Bank Mandiri yaitu berupa kredit korporasi. Kredit tersebut merupakan kredit modal kerja dan kredit investasi guna perkembangan usaha waralaba. Adapun besaran bunga yang diterapkan pada produk pinjaman kredit korporasi Bank Mandiri ini, yaitu sebesar 9,85%.

2. Kredit Ritel

Bank Mandiri pun menyediakan fasilitas pinjaman berupa kredit ritel. Kredit ritel Bank Mandiri lebih difokuskan untuk usaha yang lebih besar dari tingkat mikro. Besaran bunga untuk kredit ritel Bank Mandiri ini yaitu sebesar 9,80%. Plafon kredit untuk kredit ritel ini yaitu sebesar Rp25 juta – Rp200 juta.

3. Kredit Mikro

Usaha mikro pun bisa mengajukan kredit mikro di Bank Mandiri dengan suku bunga yang telah ditetapkan yaitu sebesar 11,50%. Kredit ini meliputi kredit usaha Rakyat dari Bank Mandiri. Dengan menerbitkan kredit tersebut, Bank Mandiri mendukung pertumbuhan usaha mikro di Indonesia.

4. Kredit KPR

Tidak hanya untuk pengusaha saja yang difasilitasi pinjaman oleh Bank Mandiri, nasabah Bank Mandiri pun dengan status sebagai karyawan bisa mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah dari Bank Mandiri. Adapun Kredit Kepemilikan Rumah dari Bank Mandiri tersebut, dibebankan bunga sebesar 10,20%.

5. Kredit Non KPR

Bank Mandiri pun memfasilitasi kredit konsumsi untuk non KPR. Besaran bunga kredit konsumsi untuk non KPR, yaitu sebesar 11,95%. Kredit ini dinamakan kredit Serbaguna Mandiri. Adapun persyaratan untuk mengajukan kredit ini yaitu harus nasabah Bank Mandiri yang berstatus sebagai karyawan tetap dengan penghasilan tetap yang diterima setiap bulannya.

Perbedaan Bunga Pinjaman Bank Mandiri dengan Bank Lainnya

Untuk mengetahui perbedaan bunga pinjaman Bank Mandiri dengan bunga pinjaman bank lainnya, harus mengetahui terlebih dahulu Suku Bunga Dasar Kredit yang diterapkan berbeda pada masing-masing bank. SBDK tersebut menjadi tolak ukur perbankan dalam menentukan besaran kredit yang diberikan kepasa nasabah dengan diawasi langsung oleh Bank Indonesia dan juga OJK.

Adapun yang melandasi perbedaan besaran bunga pinjaman pada Bank Mandiri dengan perbankan lainnya karena entitas bisnisnya. Perbankan pun akan mengalami untung rugi dalam setiap perjalanan bisnisnya. Belum lagi ditambah dengan persaingan antar perbankan, agar mendapatkan minat dari nasabahnya. Maka dari itu, hal tersebut yang menjadi pembeda penentuan tarif bunga antara Bank Mandiri dengan bank lainnya.

Walaupun berstatus sebagai bank swasta, Bank Mandiri termasuk kategori bank yang menerapkan bunga yang sangat rendah dibandingkan dengan bank lainnya. Sekali lagi, hal tersebut dikarenakan faktor persaingan bisnis antar perbankan. Nasabah cenderung akan mencari pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah.

Alasan Pentingnya Mengetahui Besaran Suku Bunga Pinjaman Bank Mandiri

Masih berhubungan dengan bisnis perbankan, untuk nasabah Bank Mandiri sebaiknya mengetahui besaran bunga pinjaman Bank Mandiri, sebelum mengajukan pinjaman. Hal tersebut guna mendapatkan produk pinjaman yang sesuai diantara banyaknya produk pinjaman Bank Mandiri yang ditawarkan oleh bank tersebut.

Namun kembali lagi pada peruntukan pinjaman tersebut. Pasalnya, setiap produk Bank Mandiri akan menerapkan bunga yang berbeda dan disesuaikan dengan peruntukan pinjaman kredit tersebut. Sebagai contoh, bunga yang diterapkan untuk penggunaan kredit usaha akan berbeda dengan bunga yang diterapkan untuk kredit konsumsi, seperti KPR dan non KPR.

Related posts