Cara Membaca Candlestick Saham Termudah Untuk Pemula

Cara Membaca Candlestick Saham Candlestick adalah salah satu tipe grafik di saham yang paling umum digunakan oleh para trader. Candlestick dinilai lebih mudah digunakan, lebih mudah dalam menganalisa, dan lebih informatif. Kenapa? Karena dengan candlestick kita bisa mengetahui shadow, open price, dan close price. Alasan inilah candlestick sangat populer. 

Di artikel ini kita akan membahas tentang bagaimana cara membaca candlestick saham dengan mudah. Anda bisa menggunakan 2 cara, yaitu menggunakan indikator atau dengan indikator. Jadi anda tinggal menyesuaikan mana yang paling anda butuhkan dalam menganalisa candlestick saham. 

Cara Membaca Candlestick Saham Tanpa Indikator

Di bagian pertama, kami akan mengajarkan kalian bagaimana cara membaca candlestick tanpa indikator. Kenapa tanpa indikator? Karena untuk membaca candlestick tanpa indikator bisa dibilang cara dasar untuk melakukan analisa pergerakan candlestick saham. 

Untuk membaca candlestick saham tanpa indikator, anda harus mengetahui pola pola candlestick yang biasa kita temui di market. Pola pola tersebut sering kali terbentuk ketika pergerakan harga akan balik arah. Pola apa sajakah itu?

1. Doji

Candlestick saham Doji

Doji adalah pola candlestick yang dimana harga open = harga close. Terkadang doji memiliki shadow up ataupun shadow down, bahkan terkadang tidak memiliki shadow sama sekali. 

Kenapa pola doji bisa terbentuk? Karena biasanya di waktu tersebut terjadi persaingan buy and sell yang sama sama kuat. Istilahnya pola doji ini nantinya akan membentuk reversal point ataupun continue trend. Tapi biasanya doji sering terbentuk ketika reversal point. 

Cara membaca candlestick doji ialah amatilah grafik dan volume tersebut. Jika doji terbentuk, maka siap siap harga akan berbalik arah. Dan disinilah titik dimana anda melakukan open order ataupun close order. 

2. Star

Candlestick saham Star

Terdapat 2 jenis di pola candlestick stars. Kedua pola tersebut adalah evening stars dan morning stars. Yang membedakan ialah letak posisi stars tersebut. Jika stars terbentuk di resistance, maka disebut evening stars. Sedangkan jika stars tersebut terbentuk di support, maka disebut morning stars. 

Pola candlestick stars menunjukan harga akan berbalik arah. Jadi jika anda menemukan pola stars siap siap untuk melakukan close order ataupun open order. Namun tidak jarang stars sudah muncul, harga nggak jadi berbalik arah. So pastikan anda harus melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan indikator anda. 

  Cara Membaca Grafik Saham Termudah Untuk Pemula

3. Hammer

Candlestick saham Hammer

Dari namanya saja kita sudah bisa menembak, candlestick pola hammer itu seperti apa. Candlestick hammer biasanya banyak terbentuk di support atau resistance. Jadi bisa dibilang hammer menjadi tanda harga akan berbalik arah.

Hammer memiliki bentuk harga open memiliki sedikit selisih dengan harga close dan pola ini memiliki shadow di satu sisi, sisi atas atau sisi bawah. Kasus pola hammer terbentuk mirip seperti doji, yaitu karena terjadi persaingan volume dagang. 

4. Tweezers

Candlestick saham tweezers

Pola keempat dari dasar cara membaca candlestick saham ialah tweezers. Sekilas pola tweezers mirip seperti hammer. Namun yang membedakan ialah pola hammer memiliki ekor kecil disalah satu sisi atas atau bawah. Sedangkan pola tweezers tidak memiliki ekor kecil. Tapi bentuknya mirip seperti palu.

Mengapa pola tweezers bisa terbentuk? Pola ini terbentuk karena terjadi persaingan harga yang kuat di timeframe tersebut. Tweezers memiliki 2 jenis, yaitu bearish tweezers dan bullish tweezers. Pola tweezers membentuk 2 candlestick yang mirip. Namun yang membedakan pola pertama bearish/bullish dan pola kedua bullish/bearish. 

5. Spinning Top

Candlestick saham spinning top

Spinning top ini polanya mirip seperti doji. Namun yang membedakan ialah doji harga open dan close nya sama. Sedangkan pola spinning tops memiliki selisih antara harga open dan harga close. Tapi pola spinning tops ini hanya memiliki 1 jenis, yaitu bentuknya yang mirip seperti gasing. Jadi diatas dan dibawah candle terdapat shadow. 

Spinning tops menjadi indikasi harga akan berbalik arah. Jika pola ini terletak di support atau resistance, siap siap harga akan berbalik. Pola spinning tops terbentuk karena terjadinya persaingan antara buy dan sell. Jadi pola ini biasanya memiliki volume yang besar. 

6. Shooting Star

Candlestick saham shooting star

Shooting stars memang sekilas mirip seperti hammer. Namun jika anda mengamatinya lebih detail lagi di grafik saham, shooting stars akan terlihat sedikit lebih berbeda ketimbang hammer. Ya benar, shooting stars memiliki body yang lebih kecil ketimbang hammer.

Shooting stars dan hammer sama sama menunjukkan titik reversal. Jadi jika anda menemukan pola shooting stars di support atau resistance, siap siap untuk open order atau close order. Shooting stars biasanya memiliki perdagangan volume yang tinggi. Sehingga kekuatan buy dan sell itu akan membentuk pola shooting stars dan akan menjadi reversal point. 

7. Three Black/White

Candlestick saham Three BlackWhite

Pola terakhir dalam teknik membaca candlestick saham ialah three black/white. Maksudnya gimana? Jadi dalam reversal point, biasanya akan terbentuk 3 candlestick yang sama. Sebagai contoh, jika pembalikan arah dari resistance, maka akan terjadi 3 candle bearish (turun). Ini menunjukan trend akan segera berganti.

Three black/white menjadi candle konfirmasi yang paling kuat untuk menunjukan harga akan berbalik arah. Jika anda menemukan candle ini di support n resistance, siap siap saja untuk segera mengambil keputusan open atau close order. Apalagi jika diperkuat dengan indikator yang menunjukan reversal point. 

  Cara Membaca Grafik Saham Termudah Untuk Pemula

Cara Membaca Candlestick Saham dengan Indikator

Setelah anda mempelajari dasar dasar cara membaca candlestick saham tanpa indikator, selanjutnya kami akan memberikan tutorial cara membaca candlestick saham dengan indikator. Tutorial ini tentunya sangat membantu anda dalam menganalisa pergerakan saham terutama dengan candlestick.

Perlu diingat, indikator hanya alat bantu saja. Jadi jangan sepenuhnya berpatokan pada indikator. Tetap perhatikan faktor fundamental yang menyebabkan harga saham tersebut bergerak. Ini menjadi dasar dalam dunia trading. Tetap patuhi teknik dan strategi trading anda. Dan gunakanlah indikator berikut ini untuk membantu membaca candlestick. 

1. Volume

Candlestick saham volume

Volume adalah indikator untuk membantu anda memahami pergerakan chart dengan memperhatikan data volume. Indikator ini bisa anda temukan di semua platform trading saham ataupun forex. Indikator volume wajib digunakan buat anda yang ingin masuk posisi. 

Bagaimana cara menggunakan indikator volume? Caranya cukup mudah, yaitu anda tinggal memperhatikan berapa jumlah volume perdagangan di saat itu. Semakin besar volumenya, maka bisa menentukan kapan harus open order dan kapan harus close order.

Padukan indikator volume dengan pola candlestick. Jika anda menemukan pola candlestick diatas dengan volume yang tinggi, maka bisa jadi harga tersebut akan berbalik arah. Yang awalnya up trend menjadi downtrend dan sebaliknya. Indikator ini juga bisa menjadi penentu kapan waktunya harga tersebut terkoreksi. 

2. RSI

Candlestick saham RSI

Indikator kedua yang wajib digunakan ketika anda membaca candlestick saham ialah RSI. Indikator RSI sangat membantu anda menentukan kapan waktunya harga tersebut balik arah atau terkoreksi. 

Penggunaan RSI juga sangatlah mudah, anda hanya tinggal melihat indikator tersebut sudah overbought atau oversold. Jika sudah overbought, maka anda harus bersiap siap close order, karena harga akan turun. Sedangkan jika indikator sudah oversold, maka anda siap siap untuk open posisi.

Penggunaan indikator RSI juga tidak hanya sebatas overbought dan oversold saja. Anda juga bisa menggunakan indikator ini untuk pola divergence. Pola grafik divergence menandakan akan terjadinya reversal harga. Jadi jika sudah menemukan pola ini pada indikator RSI, maka siap siap untuk mengambil action. 

3. MACD

Candlestick saham macd

MACD atau moving average convergence divergence merupaakn salah satu indikator yang sangat populer untuk melakukan analisis candlestick saham. Anda bisa menggunakan indikator ini untuk alat bantu dalam menganalisis pergerakan saham. Dan indikator ini tersedia di segala platform trading.

Bagaimana cara menggunakan indikator MACD? Caranya cukup mudah. Anda tinggal hanya menunggu posisi MACD terkonfirmasi. Ketika pola reversal candlestick terbentuk dibarengi dengan MACD yang sudah overbought/oversold, maka bisa jadi itu menjadi titik reversal harga.

  Cara Membaca Grafik Saham Termudah Untuk Pemula

Indikator MACD juga perlu konfirmasi. Ketika garis MACD saling berpotongan, maka harga tersebut sudah terkonfirmasi untuk berbalik arah. Indikator ini sangat cocok digunakan untuk melakukan open order ataupun close order. Anda juga bisa menggunakan teknik divergence dengan indikator MACD ini. 

4. Bollinger Band

Candlestick saham bollingerband

Indikator terakhir yang bisa menjadi alat bantu anda dalam menganalisis ialah bollinger band. Indikator ini seperti halnya moving average, namun bollinger band berbentuk channel, sehingga anda bisa menentukan harga pantul atau reversal point.

Bollinger band juga banyak dipakai oleh para trader untuk mengetahui apakah harga tersebut sedang trend atau sideways. Jika anda menemukan indikator bollinger band sudah overbought atau oversold dibarengi dengan pola candlestick reversal, amak bisa dipastikan harga tersebut akan berbalik arah. 

Kelebihan CandleStick Saham

Ada banyak sekali kelebihan jika anda menggunakan chart tipe candlestick dibandingkan dengan chart jenis lain. Kelebihan tersebut tentunya tidak dimiliki oleh chart tipe lain. Karena kelebihan inilah banyak trader yang lebih memilih menggunakan candlestick bila dibandingkan dengan chart tipe lain.

1. Memberikan Informasi Shadow

Candlestick memberikan informasi berupa shadow. Shadow harga adalah pergerakan harga yang pernah menyentuh situ. Maksudnya gimana? Jadi shadow atau ekor ini adalah menunjukan harga tersebut pernah berada disitu. Berbeda dengan chart line yang hanya menampilkan harga open dan close saja. 

2. Lebih Mudah Dibaca

Kelebihan chart candlestick ialah lebih mudah untuk dibaca. Anda bisa membaca candlestick dengan indikator atau tanpa indikator. Anda bisa menganalisis pergerakan harga hanya dengan melihat pola pola candlestick. Untuk pola candlestick, sudah kita bahas di pembahasan sebelumnya. 

3. Cocok untuk Semua Tipe Trader

Semua tipe trader, entah itu scalper, mid term, ataupun long term sangat cocok menggunakan candlestick. Hal ini dikarenakan tipe chart ini sangat mudah dibaca dan juga mengandung banyak informasi. Jadi anda bisa menentukan open order hanya dengan bantuan candlestick saja. 

4. Lebih Mudah untuk Menganalisa dengan Indikator

Kelebihan terakhir candlestick yaitu lebih mudah untuk dianalisa. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hanya bermodalkan pola candlestick dan indikator saja anda sudah bisa menganalisa pergerakan harga tersebut. Jadi jangan sepelekan candlestick ini untuk analisa ya. 

Demikian adalah artikel yang membahas tentang cara membaca candlestick saham. Sebenarnya sangat mudah, anda tinggal menguasai pola dan bentuk candlestick saja. Dan jangan lupa tambahkan indikator untuk memperkuat analisis anda. Jika masih ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar Ngobrasiana.com.