Contoh Kerangka Berpikir

Contoh Kerangka Berpikir : Pengertian, Jenis, Ciri, Cara Membuat Dan Contoh

Contoh Kerangka Berpikir : Pengertian, Jenis, Ciri, Cara Membuat Dan Contoh Pada kesempatan ini Ngobrasiana.com akan memberikan penjelasan tentang Contoh Kerangka Berpikir, yuk lihat penjelasannya dibawah ini:

Contoh Kerangka Berpikir : Pengertian, Jenis, Ciri, Cara Membuat Dan Contoh

Pengertian Kerangka Berpikir

Kerangka Berpikir ialah suatu model ataupun pula cerminan yang berbentuk konsep yang didalamnya itu menerangkan menimpa suatu ikatan antara variabel yang satu dengan varibel yang yang lain.

Oleh karna itu, hendaknya kerangka berpikir tersebut dibuat di dalam wujud diagram ataupun pula skema.

Dengan tujuan buat bisa memudahkan menguasai sebagian variabel informasi yang setelah itu hendak dipelajari ditahap berikutnya.

Kerangka berpikir ini juga pula dapat ataupun bisa dikatakan ialah sebagai rumusan permasalahan yang sudah dibuat dengan bersumber pada terdapatnya suatu proses deduktif.

Di dalam rangka menciptakan beberapa dari konsep dan pula proposisi yang digunakan buat bisa ataupun dapat mempermudah seseorang periset itu didalam merumuskan hipotesis penelitiannya.

Pengertian Kerangka Berpikir Menurut Para Ahli

Buat bisa paham lebih dalam lagi menimpa kerangka berpikir ini, maka kita bisa merujuk pada pendapat dari sebagian para ahli menimpa kerangka berpikir, antara lain:

Uma Sekara, Business Research, 1992 dalam (Sugiyono, 2010)

Di dalam bukunya menyatakan kalau kerangka berfikir ini merupakan suatu model konseptual mengenai gimana teori berhubungan itu.

Dengan seluruh berbagai aspek yang sudah ataupun telah diidentifikasi ialah sebagai permasalahan yang penting.

Suriasumantri 1986, dalam (Sugiyono, 2010)

Menyatakan kalau seorang periset itu wajib memahami teori-teori ilmiah ialah sebagai dasar untuk argumentasi di dalam menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis.

Kerangka pemikiran tersebut merupakan suatu uraian sedangkan terhadap terdapatnya tanda-tanda yang jadi obyek kasus.

  Akreditasi UGM (Universitas Gajah Mada) 2021/2022

Jenis Kerangka Berpikir

Di dalam menulis kerangka berpikir, ada 3 kerangka yang perlu dipaparkan, ialah:

  • Kerangka Teoritis

Kerangka teoritis ataupun paradigma yakni penjelasan yang menegaskan tentang teori apa yang dijadikan landasan (grand theory) yang hendak digunakan buat menarangkan fenomena yang diteliti.

  • Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual yakni penjelasan yang menarangkan konsep-konsep apa saja yang tercantum di dalam anggapan teoretis.

Yang hendak digunakan buat mengabstraksikan (mengistilahkan) unsur-unsur yang tercantum di dalam fenomena yang hendak diteliti serta gimana ikatan di antara konsep-konsep tersebut.

  • Kerangka operasional

Kerangka operasional yakni uraian tentang variabel-variabel apa saja yang diturunkan dari konsep-konsep yang sudah terpilih.

Serta gimana ikatan di antara variabel-variabel tersebut, dan hal-hal apa saja yang bisa dijadikan penanda buat mengukur variabel-variabel yang bersangkutan.

Walaupun dalam membuat kerangka berpikir wajib termasuk kerangka teoretis, kerangka konseptual, serta kerangka operasional.

Tetapi metode penguraian ataupun metode pemaparannya tidak perlu kaku terbuat per sub bab masing-masing.

Yang terpenting yakni!

Kalau isi pemaparan kerangka berpikir merupakan alur logika berpikir kita mulai dari penegasan teori dan asumsinya sampai timbulnya konsep serta variabel-variabel yang diteliti.

Biar periset betul-betul dapat menyusun kerangka berpikir secara ilmiah (memadukan antara anggapan teoretis serta anggapan logika dalam menimbulkan variabel) dengan benar.

Maka periset wajib intens serta eksten dalam menelurusi literatur-literarur serta mengkaji hasil penelitian-penelitian terdahulu yang relevan.

Sehingga penjelasan yang dibuat periset tidak sekedar didasarkan pada pertimbangan logika.

Oleh sebab itu, dalam menarangkan kerangka teoretisnya, periset wajib merujuk pada literatur ataupun rujukan dan bermacam-macam contoh laporan riset terdahulu.

Ciri Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir sebaiknya penuhi kriteria berikut ini:

  • Teori yang digunakan buat berargumentasi hendaknya yang telah dipahami seluruhnya dan mengikuti pertumbuhan teori yang muktahir.
  • Analisis filsafat dari teori-teori keilmuan yang ditunjukan kepada metode berpikir keilmuan yang mendasari pengetahuan tersebut wajib disebutkan secara tersurat seluruh anggapan, prinsip ataupun postulat yang mendasarinya.

Metode Membuat Kerangka Berpikir

Buat proses dalam membuat kerangka berpikir dan langkah dalam menyusunnya merupakan sebagai berikut:

  • Memastikan Variabel yang Hendak Diteliti

Langkah yang awal kali mesti Kamu lakukan merupakan dengan memastikan variabel yang hendak diteliti.

  Akreditasi UI (Universitas Indonesia) 2021/2022

Perihal ini penting dicoba buat memastikan kelompok teori yang perlu dikemukakan di dalam menyusun kerangka berpikir guna mengajukan hipotesis.

Tentukan berapa jumlah variabel dan apa nama variabel sebagai titik tolak yang digunakan bagaikan penentuan teori yang dikemukakan.

  • Membaca Buku dan Hasil Penelitian

Bila telah dicoba, maka Kamu perlu membaca buku hasil riset yang relevan. Novel ini bisa berbentuk ensiklopedia, kamus, ataupun buku teks.

Sebaliknya buat kajian menimpa hasil riset yang dapat dibaca meliputi harian ilmiah, laporan riset, tesis, skripsi, ataupun disertasi.

  • Deskripsi Teori serta Hasil Penelitian

Apabila membaca buku telah dicoba, maka Kamu dapat mengemukakan teori yang terkait dengan variabel yang hendak diteliti.

  • Analisis Kritis Menimpa teori Dan Hasil penelitian

Pada tahap ini, yang perlu dicoba merupakan menganalisis teori dan hasil riset secara kritis.

Di dalam analisis, periset bisa mengkaji apakah teori yang telah diresmikan betul-betul cocok dengan objek riset ataupun tidak.

Karena, sering terjadi teori yang berasal dari luar negeri tidak cocok dengan riset yang terdapat di dalam negeri.

  • Analisis Komparatif Mengenai Teori serta Hasil Penelitian

Langkah yang berikutnya merupakan melaksanakan analisis dan komparasi dengan menyamakan teori satu dengan yang lain.

Dari hasil tersebut, periset dapat memadukan teori yang satu dengan yang lain ataupun dengan mereduksi apabila ditatap sangat luas.

  • Sintesa Kesimpulan

Bila telah melaksanakan analitis kritis serta komparatif pada teori dan hasil riset yang relevan sampai periset bisa melaksanakan sintesa (kesimpulan sementara).

Perpaduan sintesa antar variabel hendak menciptakan kerangka berpikir yang berikutnya bisa digunakan buat merumuskan hipotesis.

  • Kerangka Berpikir

Bila sintesa telah didetetapkan, maka Kamu bisa menyusun kerangka berpikir. Kerangka berpikir ini bisa berbentuk kerangka asosiatif ataupun komparatif.

  • Hipotesis

Berdasar pada kerangka berpikir, maka langkah yang berikutnya merupakan dengan menyusun hipotesis.

  Akreditasi UNDIP (Universitas Diponegoro) 2021/2022

Contohnya, apabila kerangka berpikirnya berbunyi: bila komitmen kerja besar, maka produktivitas lembaga hendak besar”.

Sehingga, hipotesisnya dapat “ada ikatan yang positif serta signifikan antara komitmen kerja dengan produktivitas kerja.”

Contoh Dari Kerangka Berpikir

Kerangka pikir pada dasarnya merupakan suatu arah penalaran buat bisa ataupun dapat memberikan jawaban sedangkan atas rumusan permasalahan yang telah ataupun sudah disebutkan.

Sebaliknya buat mangulas menimpa prisonisasi biasanya ini ialah salah satu metode referentif yang dapat ataupun bisa dijadikan buat memaksimalakan tambahan demografi itu.

Dengan kerja sama semangat proklamasi ialah sebagai wujud perjuangan.

Suatu aksi itu pasti perlu dicoba buat bisa meminimalisir prisonisasi di lembaga pemasyarakatan.

Aksi tersebut barangkali dapat ataupun bisa dicoba antara lain dengan memberikan semangat perjuangan, nasionalisme dan pula keahlian peberdayaan di dalam mewujudkan kesejahteraan NKRI.

Buat memudahkan riset leteratur di dalam pembuatan rekonsiliasi media islami itu dengan wacana dialog, disajikan skema kerangka pemikiran di dalam riset ini;

Skema. 1:

Riset permasalahan tingginya prisonisasi pada lembaga pemasyarakatan yang ada di Indonesia.

Skema. 2:

Prisonisasi ini secara langsung jadi ancaman untuk keutuhan NKRI sekalian tambahan demografim perihal tersebut lantaran karna banyaknya wujud prilaku kriminal.

Yang hendak timbul ialah sebagai akibat dari terdapatnya aturan-aturan yang terjadi di lembaga pemasyarakatan

Skema. 3:

Pencegahanya yakni dengan rekonsiliasi pada lembaga pemasyarakatan ialah dengan lewat 2 pendekatan:

Pendekatan konstitusi dan pula pendekatakan kebangsaan (yang didalamnya menyangkut proklamasi) ialah sebagai upaya didalam menanamkan perilaku nasionalisme kepada seluruh generasi muda

Skema. 4:

Akibat riset tersebut jadi pemecahan imejenatif buat bisa menghasilkan cita-cita bangsa dan negeri yakni kesejahteraan untuk warga indonesia dengan seutuhnya.

Tidak hanya dari itu pula memberikan akibat nyata buat kesetaraan HAM (Hak Asasi Manusia).

Contoh Kerangka Berpikir 2

Demikianlah penjelasan Ngobrasiana.com mengenai Contoh Kerangka Berpikir, semoga bisa bermanfaat.

Check Also

Contoh-Brosur-Sekolah

Contoh Brosur Sekolah : Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis dan Contoh

Contoh Brosur Sekolah : Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis Dan Contoh – Pada kesempatan ini Ngobrasiana.com …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This content is protected by DMCA

gambartogel